Ekonom Menilai TPID Sukses Menekan Laju Inflasi

Kholid Hidayat
.
Selasa, 06 Desember 2022 | 14:12 WIB
Ilustrasi. (Foto : Freepik)

DUMAI, iNewsDumai.Id - Ekonom IPB University, Iman Sugema,  mengapresiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) yang berhasil mengefektifkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di daerah-daerah, sehingga mampu menekan laju inflasi hingga November 2022. Menurut Iman, Senin (5/12/2022), peran TPID akan semakin strategis di masa sulit seperti sekarang. “TPID telah menjadi andalan utama pengendalian inflasi di Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Inflasi November 2022 tercatat cukup rendah, yakni  0,09 persen (mtm).  Angka itu di bawah prakiraan Bank Indonesia (BI) yang 0,11 persen.  Secara tahunan, inflasi November tercatat 5,42 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang 5,71 persen (yoy).

Dalam rilis pekan silam, bank sentral juga menegaskan, perkembangan positif dalam laju inflasi dipengaruhi sinergi kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah, melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID).  Hingga akhir 2022, BI memandang inflasi akan tetap terjaga.
 
Gubernur BI Pery Warjiyo, awal November 2022 silam, menyatakan, inflasi 2022 bisa lebih rendah dari perkiraan BI yang sebesar 6,3 persen. Sebelumnya, BI bahkan memperkirakan inflasi 2022 bisa mencapai 6,6 persen.  Saat ini, data tahun kalender berjalan atau year to date (ytd), sepanjang  Januari-November 2022, menunjukan tingkat inflasi tercatat masih 4,82 persen.

Iman Sugema menyatakan, inflasi di Indonesia tidak hanya menyangkut masalah supply and demand tapi juga terkait permasalahan struktural di daerah dan itu bersifat local, bisa berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. “Nah, TPID  ini dapat mengatasi masalah-masalah spesisifik semacam itu,”  ujar Iman.

Menurut Iman, TPID merupakan solusi local yang dapat lebih menjamin terselesaikannya masalah-masalah spesifik dan lebih mendasar di daerah. Solusi dari TPID mungkin berbeda dengan solusi generik ala bank sentral yang memakai instrumen suku bunga. “Tapi langkah TPID mungkin bisa lebih menjawab permasalahan atau tantangan di daerah masing-masing,” kata Iman. 

Iman mengatakan, TPID juga menjalankan fungsi koordinasi antardaerah. Misalnya, ada daerah mengalami problem kelangkaan bahan pangan sehingga inflasinya naik tajam. Di lain pihak ada daerah yang surplus pangan. Koordinasi lewat TPID bisa menautkan situasi itu dan memecahkan inflasi antardaerah. “Peran ini yang secara strategis berhasil dijalankan Kementerian Dalam Negeri dengan mengkoordinasikan seluruh TPID di Indonesia,’ ujar Iman.

Presiden RI Joko Widodo, sejak Agustus silam, juga sudah mengingatkan para Kepala Daerah  untuk selalu bekerja sama dengan tim TPID di daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Pusat.  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kemudian mengkoordinasikan terus aktivitas TPID di seluruh Indonesia melalui rapat dan pengawsan yang digelar nyaris setiap pecan.

Iman Sugema menyatakan, peran TPID akan terasa lebih penting dalam situasi ekonomi dunia yang penuh ketidakpastian seperti sekarang. Saat ini, ujar Iman, otoritas meoneter memiliki ruang yang cenderung terbatas dalam  mengendalikan inflasi. “Solusi nonkonvensional, seperti melalui TPID ini, menjadi sangat strategis belakangan ini dan bisa sangat diandalkan,” kata Iman.

Editor : Kholid Hidayat

Follow Berita iNews Dumai di Google News

Bagikan Artikel Ini