Polsubsektor Dumai Selatan Gelar FGD Bertujuan Demi Jaga Kamtibmas

DUMAI - Polsubsektor Dumai Selatan menggelar kegiatan Cooling System dalam bentuk Forum Discussion Group (FGD) di Jl. Ratu Sima, Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Selatan, (16/11)
Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Mantap Praja Lancang Kuning 2024 yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Pilkada Gubernur dan Walikota Dumai 2024.
Acara dihadiri oleh Kapolsubsektor Dumai Selatan, Ipda Febri Zuhdi, yang hadir mewakili Kapolres Dumai, AKBP Dhovan Oktavianton, beserta Bhabinkamtibmas Kelurahan Ratu Sima, Bripka Junfrika, serta sejumlah warga setempat.
Ipda Febri Zuhdi dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga suasana damai dan tertib selama proses Pilkada.
Ia mengajak warga untuk turut serta dalam upaya pencegahan terhadap konflik dan gesekan antar pendukung yang sering kali terjadi pada masa kampanye.
“Kami harapkan masyarakat dapat bekerja sama menjaga kedamaian dan menahan diri dari potensi gesekan yang bisa mengganggu kamtibmas. Suasana yang kondusif adalah kunci untuk pelaksanaan Pilkada yang sukses,” ujar Ipda Febri Zuhdi.
Lebih lanjut, Ipda Febri Zuhdi mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menggunakan hak pilih dengan bijak dan sesuai aturan. Menurutnya, memahami peraturan dan proses politik merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara.
“Kami berharap masyarakat bisa memberikan hak pilihnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Pemahaman yang baik tentang politik dan regulasi Pilkada akan membantu masyarakat memilih pemimpin yang tepat,” jelas Ipda Febri Zuhdi.
Selain itu, Ipda Febri Zuhdi menyoroti dampak negatif dari penyebaran berita hoaks yang bisa merusak tatanan sosial. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan Pilkada.
“Berita hoaks hanya akan memperkeruh suasana dan bisa memicu konflik. Masyarakat harus bijak dalam menyaring informasi yang diterima, terutama dari media sosial,” tegasnya.
Ipda Febri Zuhdi juga turut menyinggung soal bahaya money politic atau politik uang yang sering terjadi saat Pilkada.
Ia menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak integritas pemilihan.
“Kami mengimbau masyarakat agar menolak segala bentuk money politic. Jangan sampai pilihan kita dipengaruhi oleh iming-iming uang, karena ini bisa berdampak buruk bagi masa depan daerah kita,” kata Ipda Febri Zuhdi dengan tegas.
Editor : Ari Susanto